Dalam Tiga Hari KPK Hattrick OTT Bupati, Pejabat Kementerian dan Walikota

JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap sejumlah pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT) dalam tiga hari berturut-turut, Senin-Rabu (14-16/10/2019).

Terbaru, penyidik KPK menangkap tangan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin bersama tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT), pada Selasa (15/10) malam hingga Rabu (16/10) dinihari.

“Ada tim lain yang ditugaskan di Medan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dikonfirmasi, Rabu, 16 Oktober 2019.

Dzulmi Eldin dan para pihak lainnya ditangkap karena diduga terlibat dalam transaksi suap. Dalam OTT ini, tim Satgas KPK turut menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga barang bukti suap.

“Ada uang yang diamankan, ratusan juta. Masih dalam proses perhitungan. Diduga ada setoran dari dinas-dinas ke Kepala Daerah,” ujar Febri.

Usai ditangkap Dzulmi Eldin langsung dibawa menuju kantor KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara enam orang lainnya masih diperiksa intensif di Mapolres Medan.

Sebelum Dzulmi Eldin, KPK menangkap Bupati Indramayu, Supendi, dan sejumlah pihak lain pada Senin kemarin.

Dari OTT tersebut, KPK menetapkan Supendi bersama Kepala Dinas PU, Omarsyah; Kabid Jalan Dinas PU, Wempy Triyono serta seorang pengusaha bernama Carsa AS sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di Dinas PU.

Pada hari Selasa kemarin, KPK juga menangkap Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XII, Refly Ruddy Tangkere dan tujuh orang lainnya dalam OTT di Jakarta, Bontang dan Samarinda. Refly saat ini sedang diperiksa intensif di Gedung KPK, sementara enam orang lainnya yang ditangkap di Bontang dan Samarinda sedang dalam perjalanan menuju kantor KPK, Jakarta.

“Tadi sudah di Bandara Soekarno-Hatta dan sedang dalam perjalanan ke Gedung KPK,” kata Febri. (CM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *