Buntut Penusukan Wiranto, Sejumlah Lokasi di Cirebon Digeledah

CIREBON,- Sejumlah lokasi di Kota dan Kabupaten Cirebon serta Indramayu menjadi sasaran penggeledahan tim Densus 88 Antiteror, Sabtu (13/10) kemarin. Diduga penggeledahan itu terkait jaringan kelompok teror yang terlibat dalam insiden penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, beberapa waktu lalu.

Dari hasil penggeledahan tersebut, tim Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Kota dan Kabupaten Cirebon dari lokasi yang berbeda beserta sejumlah barang bukti.  Seorang terduga anggota jaringan terorisme berinisial BA (33), ditangkap disebuah rumah kontrakan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon Minggu malam (13/10/2019).

“Penangkapan dilakukan langsung oleh densus sekitar pukul 19.00-19.30 WIB. Kami hanya dapat informasi dari densus, kemudian kami diminta bantuan untuk back up penggeledahan,” kata Kapolres Cirebon Kota, Roland Ronaldy, kepada a2wak media di lokasi, Senin dini hari (14/10/2019).

Pantauan media penggeledahan terhadap tempat tinggal BA, di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, Ronald mengaku belum mengetahui apakah B terkait dengan pelaku penusukan Menkopolhukam, Wiranto.

“Itu semua kewenangan Densus, saya belum tahu,” katanya.

Dari rumah terduga teroris BA, polisi menyita beberapa barang bukti seperti buku-buku berkaitan dengan teroris dan belati kecil.

Sementara seorang terduga lainnya, pria berinisial YF diamankan di kediamannya di Desa Panguragan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Minggu (13/10/2019) malam.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto membenarkan adanya kejadian itu, Suhermanto mengatakan YF diamankan pada Minggu (13/10/2019) malam. Beberapa jam setelah penangkapan, lanjut dia, petugas Polres Cirebon ikut membantu proses penggeledahan di kediaman pelaku.

“Inisialnya YF alias Y Buntung. Barang bukti yang diamankan ada cairan kimia, cairan kimia, buku tauhid, senjata angin dan lainnya,” kata Suhermanto, Senin (14/10/2019).

Suhermanto menyebutkan YF dalam kesehariannya bekerja sebagai tukang reparasi elektronik. Terduga teroris tersebut, dikatakan Suhermanto, diduga terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon.

Senada, saat disinggung mengenai keterkaitan YF terhadap kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto, Suhermanto mengaku tak tahu.

“Ya jaringan JAD. Soal itu (Wiranto) kami hanya diminta membantu penggeledahan. Kewenangan Densus, nanti yang bersangkutan diperiksa di sana,” ucap Suhermanto. (CM01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *