Cerita Mendikbud Diancam karena Wajibkan Indonesia Raya 3 Stanza

JAKARTA,- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy cerita pengalaman saat dirinya mewajibkan sekolah untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Dia ternyata juga sempat mendapat ancaman. Seperti apa?

“Lagu Indonesia Raya tiga stanza yang ini kelihatannya banyak yang nggak tahu kalau lagu itu tiga stanza,” kata Muhadjir.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhadjir saat memberi sambutan di acara seminar dan peluncuran buku Pengayaan Pengawasan Sekolah oleh Maarif Institute di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019). Hadir pendiri Maarif Institute, Syafii Maarif.

Muhadjir menceritakan, ada fakta menarik saat lagu Indonesia Raya tiga stanza ini diputarkan. Banyak yang komplain karena berpikir dirinya menambah-nambah lirik lagu ini.

“Ada yang saya malah mau di-sue, ada yang mengancam saya, mau melaporkan karena telah menambah-nambah lagu Indonesia Raya,” kisah Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan, lagu ‘Indonesia Raya’ ciptaan WR Supratman ini memang aslinya terdiri atas tiga stanza. Jika makna lagu ini dipahami bait demi bait, jika hanya dinyanyikan satu stanza, menurutnya, ada yang hilang.

“Tadi malam saya diskusi dengan Pak Aktor kita, Pak Slamet Raharjo. Dia bisa menjelaskan sangat bagus. Kalau saya tidak bisa, bagaimana pertalian atau koherensi dari bait satu, bait dua, bait tiga, dan apa saja intinya. Dan saya bisa ambil kesimpulan, salah satu Indonesia kurang, tidak mencapai tujuannya,” ujarnya.n

“Karena itu sekarang ini untuk sekolah kita wajibkan untuk menyanyi lagu Indonesia Raya tiga stanza. Ada juga pejabat yang protes ‘itu panjang lagu Indonesia Raya kok tiga stanza’. Sudah kita hitung itu empat setengah menit itu. Saya bilang sama guru-guru, nyanyi karaokean berjam-jam nggak apa-apa, kok itu empat setengah menit nggak bisa,” sambungnya. (detik/CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *