Hasil Otopsi: Peluru Kaliber 0,9 MM di Dada Randi Ditembakkan dari Jauh

Jakarta,- Hasil autopsi RS Kota Kendari menyatakan bahwa mahasiswa Universitas Halu Oleo Himawan Randi (19) tewas karena tembakan peluru yang mengenai ketiak kiri bagian bawah. Tidak diketahui jenis peluru, apakah tajam atau tumpul.

Dokter spesialis forensikRS Umum Daerah Kota Kendari yang menangani Otopsi korban Randi, dr. Raja dalam keterangan persnya menyatakan luka tembak masuk menembus dada kiri yang menembus rongga dada, kemudian menembus jantung, paru kanan hingga tembus di dada kanan.

“Tembakan dari arah jauh,” ungkap Dr Raja, Kamis (26/9).

Sementara itu, selain Randi, seorang mahasiswa Muhammad Yusuf Qordawi tewas saatunjuk rasa di alun-alun kota berlangsung damai dan diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai kampus, Kamis kemarin.

Hasil autopsi menyatakan Yusuf meninggal akibat hanataman benda tumpul di kepalanya,

Jatuhnya korban meninggal bermula saat unjuk rasa di alun-alun kota berlangsung damai dan diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kendari, Kamis. Universitas Halu Oleo sendiri mengirimkan beberapa gelombang karena mengatasnamakan fakultas masing-masing.

Mahasiswa sempat akan bertemu dengan anggota DPRD, tapi kemudian dibatalkan. Polisi pun kemudian menutup pagar dan beberapa kelompok mahasiswa berusaha mendobrak pintu masuk.

Polisi kemudian menghalau dengan tembakan gas air mata dan water cannon serta dibalas lemparan batu oleh mahasiswa.

Pada bentrokan tersebut Randi terluka dan sempat akan dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.

Sementara Yusuf sempat menjalani operasi, tapi pada Jumat (27/9) meninggal dunia. (CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *